Dari Gugup ke Percaya Diri, Ujian Karya Tulis Jadi Bekal Siswa Lalian Menuju Dunia Kuliah

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 18:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LopoNTT.id — Ujian karya tulis ilmiah yang diikuti 62 siswa kelas XII SMA Swasta Seminari Lalian pada 19–24 Maret 2026 tidak hanya menjadi agenda akademik tahunan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan mental bagi para siswa menjelang dunia perguruan tinggi.

Di ruang kelas XII lantai dua SMA Swasta Seminari Lalian, para peserta diuji bukan hanya atas apa yang mereka tulis, tetapi juga atas kemampuan mereka mempresentasikan hasil penelitian, menjawab pertanyaan, dan mempertahankan gagasan di hadapan para penguji.

Bagi sebagian siswa, pengalaman itu bukan hal mudah. Rasa gugup menjadi tantangan pertama yang harus dihadapi sebelum berbicara di depan penguji. Alen Ketmoen, salah satu peserta, mengakui hal itu. “Awalnya saya sangat merasa gugup presentasi materi di depan penguji,” katanya.

Meski demikian, ujian karya tulis justru menjadi sarana penting untuk melatih keberanian akademik. Setiap peserta diberi waktu sekitar 10 menit untuk mempresentasikan karya tulisnya, lalu dilanjutkan dengan pertanyaan, kritik, usul, dan saran dari penguji selama kurang lebih 15 menit.

Dalam proses itu, siswa didorong untuk berpikir cepat, menjawab secara rasional, dan menunjukkan penguasaan atas materi yang mereka teliti. Mario Fobia, salah satu peserta lainnya, mengaku sempat menghadapi pertanyaan-pertanyaan sulit dari salah seorang penguji. Namun, persiapan yang matang membantunya menjawab dengan baik.

“Pak Marsel memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sangat sulit kepada saya, untung saja saya sudah mempelajari dan menguasai materi sehingga saya mampu menjawabnya,” ujarnya.

Pengalaman seperti itu menunjukkan bahwa ujian karya tulis ilmiah memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar memenuhi syarat administratif untuk ujian sekolah. Ujian ini sekaligus menjadi latihan awal menghadapi tradisi akademik yang akan mereka temui di dunia kuliah, termasuk saat menulis skripsi, tesis, bahkan disertasi.

Karena itu, karya tulis ilmiah dipandang sebagai bekal penting bagi siswa. Melalui proses penelitian, wawancara, observasi lapangan, penulisan, dan presentasi, mereka dibiasakan untuk menyusun gagasan secara logis dan mempertanggungjawabkannya di ruang akademik.

Seluruh rangkaian ujian dari hari pertama hingga hari terakhir berlangsung lancar. Suasana serius dalam ruang ujian berpadu dengan kebersamaan yang hangat, terlihat dari sesi foto bersama yang selalu dilakukan setelah ujian selesai.

Sekolah berharap kegiatan ini terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya. Dengan demikian, siswa tidak hanya lulus sebagai peserta didik tingkat menengah, tetapi juga bertumbuh sebagai pribadi yang siap memasuki jenjang pendidikan tinggi dengan bekal berpikir ilmiah, kritis, dan reflektif.

 

Adam Natalino Teme & Ogilbertus Hendra Mauloko – Editor – Yudel Neno

Facebook Comments Box

Editor : Yudel Neno, Pr

Sumber Berita : Siswa Seminari Lalian

Berita Terkait

Panen Jagung di SMAK Santa Filomena Mena, Siswa Belajar dari Lahan Sekolah
TPL Yanner Pimpin Umat Kerja Bakti di Paroki
Wakil Bupati TTU Rayakan Ekaristi Minggu Palma Bersama Umat Paroki Santa Filomena Mena
Perkuat Literasi Akademik, Dua Sekolah Masuki Tukar Mading Bahasa Inggris Tahap Kedua
Anggota TNI di Belu Tidak Tahu Sopan-Santun; Kecam Pastor di Pos
Seminari Lalian Raih Treble Winner Liga Pelajar Indonesia
Lantik 89 OMK Paroki Alas, Rm. Yudel Himbau Pentingnya Rasa Memiliki
Berita ini 289 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 10:58 WITA

Bahasa yang Melukai: Telaah Etis atas Ghibah, Fitnah, Hasut, Celaan, Bully, dan Roasting

Senin, 21 Oktober 2024 - 21:19 WITA

Makna Hidup di Era Algoritma

Senin, 21 Oktober 2024 - 14:55 WITA

Jokowi dan Prabowo : Hubungan Unik dalam Politik Indonesia

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 16:29 WITA

Pemikiran Alfred North Whitehead tentang Tuhan dan Kejahatan

Rabu, 9 Oktober 2024 - 00:35 WITA

Membongkar Irasionalitas Menjelang Suksesi

Sabtu, 17 Agustus 2024 - 13:49 WITA

Kemerdekaan Berpendapat dan Tantangannya dalam Pergeseran Wadah dan Cara

Selasa, 28 Mei 2024 - 13:07 WITA

Menghindari Sikap Sinis dan Memperkuat Sikap Skeptis dalam Jurnalisme

Jumat, 24 Mei 2024 - 14:24 WITA

Politik di Persimpangan Konotasi Negatif dan Sangkalannya

Berita Terbaru