Anggota TNI di Belu Tidak Tahu Sopan-Santun; Kecam Pastor di Pos

- Penulis

Selasa, 22 Oktober 2024 - 17:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LopoNTT.com – Anggota TNI dari Pos Lookeu Satgas Pantas RI- RDTL Yonif 741/GN diduga melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap Romo Inno Pr, di Pos perbatasan Lookeu, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT.

Tidak tahu sopan-santun. Datang bukannya mengayomi, malah bertindak semena-mena.

Sebelumnya dikabarkan bahwa mobil Romo Inno ditahan oleh Anggota TNI. Walaupun sudah diinformasikan secara berulang kali kalau yang bersangkutan adalah Pastor, tetapi tidak diindahkan. Rupanya, Anggota TNI itu ingin menunjukkan keangkuhannya. Bahkan Romo Inno diancam oleh Anggota bersangkutan.

Pastor yang saat ini bertugas di Paroki Lurasik dan sekaligus merupakan Ketua Komisi Komsos Keuskupan Atambua ini merasa dan mengalami diperlakukan secara semena-mena.

Sangat disayangkan; perilaku Anggota TNI, yang seharusnya melindungi masyarakat, malah berbalik peran menjadi Sosok tidak tahu sopan-santun dalam menjalankan tugas.

Apalagi yang diperlakukan itu Pastor. Dia sangka pendidikan Pastor sama dengan dirinya, yang tidak tahu etiket.

Terhadap perilaku yang tidak tahu sopan-santun terhadap Pastor Inno Nahak, sejumlah Imam asal Keuskupan Atambua, dalam group whatsapp Pusat Pastoral Keuskupan Atambua, mengecam keras dan meminta pimpinan untuk menindak tegas perilaku Anggota yang tidak tahu sopan-santun itu, mencoreng institusi dan secara khusus mencoreng cita rasa umat yang sangat menghargai gembalanya.

Di bawah ini kronologi kejadian oleh Rm. Inno Nahak, Pr:

Kronologi Kejadian Di Pos Penjagaan Lookeu

Hari ini Selasa, pukul 11.49 Wita, saya dan volunteer Komsos, Rian Oetpah, tiba di Pos Lo,okeu. Sebelum melewati portal penjagaan, saya sempat membunyikan klakson mobil 1 kali dan mobil yang saya gunakan adalah Inova silver.

Setelah tiba di pos penjagaan, lewat kurang lebih 2 meter saya mendengar suara teriakan seorang anggota pos, “Stop, stop dan saya langsung berhenti. Saya turunkan kaca mobil dan anggota itu menghampiri saya dan bertanya, “Dari mana? Lalu saya menjawab, “Dari Atambua dan mau pulang ke lurasik,”.

Anggota Pos itu melanjutkan, “Kenapa tidak lapor?,” dan saya menjawab, “Saya tidak tahu kalau harus melapor karena ini jalan umum dan tidak ada tanda pengenal untuk tamu itu wajib lapor,” saya berusaha menjelaskan.

Saya juga melanjutkan jika harus melapor, harusnya anggota itu siap siaga untuk memberikan arahan supaya setiap kendaraan yang ewat harus diperiksa.

Anggota itu tidak terima baik pernyataan saya ini dan seolah saya tidak menghargai mereka yang lagi menjaga di pos penjagaan. Saya selalu katakan kurang lebih 4 kali kalau saya ini imam, pastor dan saya lagi menjalankan tugas peliputan.

Tapi seolah-olah kata-kata saya ini tidak digubris malah dua anggota datang lagi menghampiri saya dan saya melanjutkan silahkan memeriksa mobil saya dan mereka pun langsung membuka pintu mobil dan memeriksa barang satu persatu.

Dan setelah memeriksa semuanya, salah satu anggota menghampiri saya dengan memakai kaos oblong serta menggeluarkan kata-kata ancaman, “Nanti saya pukul kamu,” badannya agak gemetaran setelah lontarkan kata-kata itu.

Saya langsung menjawab, “Pak jangan pukul saya dan tak lama berselang satu motor melintas dan sempat menegur saya “Romo ada buat apa?”

Seketika mereka kaget dan suasana sedikit berubah. Sebelum berangkat saya sempat minta maaf dua kali kepada mereka dan saya katakan, “Kalau apa yang saya lakukan tadi salah, saya mohon maaf. Itu karena saya tidak tahu untuk melakukan laporan seperti ini dan saya sempat berpelukan dengan dua anggota sebelum saya pamit melanjutkan perjalanan ke lurasik . Ini kronologonya. Terima kasih.

NB: Tim Komsos hari ini liputan materi untuk persiapan triduum para Diakon. Lokasi hari ini di Fatubenao dan Maudemu.

Oleh Yudel Neno

Facebook Comments Box

Editor : Tim

Sumber Berita : Romo Inno Nahak, Pr sebagai Korban

Berita Terkait

Vikjen Keuskupan Atambua Membuka Diklat Sekretaris Paroki dan Menegaskan Peran Vital Pelayanan Gereja
Panen Jagung di SMAK Santa Filomena Mena, Siswa Belajar dari Lahan Sekolah
Dari Gugup ke Percaya Diri, Ujian Karya Tulis Jadi Bekal Siswa Lalian Menuju Dunia Kuliah
TPL Yanner Pimpin Umat Kerja Bakti di Paroki
Wakil Bupati TTU Rayakan Ekaristi Minggu Palma Bersama Umat Paroki Santa Filomena Mena
Perkuat Literasi Akademik, Dua Sekolah Masuki Tukar Mading Bahasa Inggris Tahap Kedua
Seminari Lalian Raih Treble Winner Liga Pelajar Indonesia
Lantik 89 OMK Paroki Alas, Rm. Yudel Himbau Pentingnya Rasa Memiliki
Berita ini 8 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 23:25 WITA

Bertolak dari Persona Docens menuju Persona Discens: Satu Panggilan bagi Para Imam di Tengah Ledakan Informasi Media Sosial

Senin, 30 Maret 2026 - 18:37 WITA

Praeses Cup Lalian Ditutup Meriah, Persaudaraan dan Prestasi Jadi Penegasan

Berita Terbaru