Momen Pembukaan Munas XV Unindo: Ketua Panitia Ungkap Persaudaraan Imam Diosesan Meneguhkan Semangat Pelayanan Gereja

- Penulis

Rabu, 16 September 2026 - 01:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pematangsiantar — LopoNTT.id – Ketua Panitia Musyawarah Nasional (Munas) XV Unio Indonesia, Rm. Bernardus Sijabat, Pr, menegaskan bahwa perjumpaan para imam diosesan dari berbagai keuskupan di Indonesia bukan sekadar agenda organisasi, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat persaudaraan, merefleksikan panggilan, dan membarui semangat pelayanan di tengah Gereja.

Hal tersebut disampaikan Rm. Bernardus dalam sambutannya pada rangkaian pembukaan Munas XV Unio Indonesia di Pematangsiantar, wilayah Keuskupan Agung Medan.

Mengawali sambutannya, Rm. Bernardus mengajak seluruh peserta untuk bersyukur kepada Tuhan karena para imam dapat berkumpul dalam keadaan sehat dan mengambil bagian dalam perhelatan nasional Unio Indonesia.

Ia menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai wilayah Indonesia. Ucapan selamat datang juga menjadi bagian penting dalam pembukaan pertemuan tersebut, setelah sebelumnya Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Medan, RP. Michael Manurung, OFMCap, menyapa para peserta dan menyampaikan selamat datang di Pematangsiantar serta wilayah Keuskupan Agung Medan.

Menurut Rm. Bernardus, kehadiran para uskup dalam Munas XV Unindo memiliki makna yang jauh melampaui aspek seremonial. Kehadiran para gembala tersebut memperlihatkan kedekatan dan perhatian seorang bapa terhadap kehidupan dan pelayanan para imamnya.

Ia melihat kehadiran para uskup sebagai salah satu unsur yang memberi bobot tersendiri bagi refleksi dan perjumpaan selama Munas berlangsung. Kebersamaan antara uskup dan para imam sekaligus memperlihatkan wajah Gereja sebagai persekutuan yang dibangun dalam relasi kebapaan, persaudaraan, dan tanggung jawab bersama.

Kehadiran itu, menurut dia, juga menjadi tanda bahwa perjalanan pelayanan para imam tidak berlangsung sendirian. Para imam berada dalam kesatuan dengan uskup dan seluruh Gereja partikular tempat mereka diutus.

Dalam sambutannya, Rm. Bernardus turut menyoroti keberadaan para imam diosesan dari berbagai keuskupan di seluruh Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi gambaran konkret tentang kekayaan sekaligus kekuatan Gereja lokal.

Para imam diosesan, katanya, memiliki peran penting dalam membangun kehidupan keuskupan melalui beragam karya pastoral yang dipercayakan kepada mereka. Melalui pelayanan para imam, Gereja lokal terus bertumbuh dan berusaha membangun kemandirian dalam karya perutusan.

Karena itu, kebersamaan dalam Unio Indonesia tidak semata-mata dimaknai sebagai pertemuan antarrekan seprofesi atau organisasi para imam. Perjumpaan tersebut menjadi ruang untuk saling meneguhkan identitas sebagai imam diosesan yang hidup dan berkarya di tengah umat dalam konteks pastoral yang berbeda-beda.

Rm. Bernardus juga mengingatkan bahwa panggilan untuk menjadi rasul selalu bermula dari gerakan Roh. Panggilan tersebut kemudian menuntun setiap imam untuk keluar dari dirinya sendiri dan hadir bagi umat yang dipercayakan kepadanya.

Dengan merujuk pada semangat pewartaan yang terus ditekankan Paus Fransiskus, ia mengajak para imam untuk tetap mewartakan Injil dengan semangat dan kegembiraan.

Panggilan imamat, dengan demikian, tidak boleh berhenti pada status atau jabatan gerejawi. Panggilan itu harus terus memperoleh bentuk konkret melalui kesediaan melayani, menjumpai umat, membangun persaudaraan, dan menghadirkan wajah Gereja yang dekat dengan kehidupan manusia.

Munas XV Unio Indonesia menjadi salah satu kesempatan bagi para imam diosesan untuk kembali melihat perjalanan panggilannya dalam terang kebersamaan. Pengalaman pastoral dari berbagai keuskupan dipertemukan sehingga dapat menjadi sumber pembelajaran bersama dalam menghadapi tantangan pelayanan Gereja yang terus berkembang.

Perayaan Ekaristi dalam rangkaian pembukaan Munas dipimpin oleh Uskup Siprianus Hormat, yang juga merupakan Pembina Unio Indonesia. Kehadiran para uskup, imam, panitia, dan seluruh peserta semakin menegaskan karakter Munas sebagai sebuah perjumpaan persaudaraan para imam diosesan dalam kesatuan dengan para gembala Gereja.

Melalui Munas XV Unio Indonesia di Pematangsiantar, semangat persaudaraan itu diharapkan tidak berhenti pada perjumpaan selama beberapa hari. Kebersamaan tersebut diharapkan menjadi energi pastoral yang dibawa kembali oleh setiap imam ke keuskupan dan tempat pelayanannya masing-masing.

Pada akhirnya, sebagaimana tergambar dalam sambutan Ketua Panitia, Munas menjadi ruang untuk menyadari kembali bahwa panggilan imamat tumbuh dari Roh, dipelihara dalam persaudaraan, dan menemukan maknanya dalam pelayanan kepada Gereja dan umat Allah.

oleh Yudel Neno, Pr

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Wisuda Undana Tepat di Dies Natalis ke-64, Undana Tegaskan Objektivitas Perekrutan Mahasiswa Murni Berdasarkan Kecerdasan Orisinal
Rayakan HUT ke-7, Kelompok Santo Joachim Komitmen Menuju Gerakan Solidaritas
OMK KAK dan OMK Paroki St. Ignatius Waibalun Gelar Sharing Bersama di Larantuka
Diutus Ikut NYD III di Maumere, Disambut KomKep Larantuka; Uskup Agung Kupang Berpesan: Jaga Diri dengan Baik
Momen Perpisahan dengan Suster Pedro, Pastor Paroki Mena Pesan Tetap Rawat Panggilan
Anggota DPRD Provinsi; Agustinus Nahak Siap Dukung Pelaksanaan Perayaan Hati Kudus Yesus di Dekenat Mena
Vikjen Keuskupan Atambua Membuka Diklat Sekretaris Paroki dan Menegaskan Peran Vital Pelayanan Gereja
Panen Jagung di SMAK Santa Filomena Mena, Siswa Belajar dari Lahan Sekolah
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 01:16 WITA

Momen Pembukaan Munas XV Unindo: Ketua Panitia Ungkap Persaudaraan Imam Diosesan Meneguhkan Semangat Pelayanan Gereja

Sabtu, 5 September 2026 - 01:55 WITA

Wisuda Undana Tepat di Dies Natalis ke-64, Undana Tegaskan Objektivitas Perekrutan Mahasiswa Murni Berdasarkan Kecerdasan Orisinal

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:11 WITA

Rayakan HUT ke-7, Kelompok Santo Joachim Komitmen Menuju Gerakan Solidaritas

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:39 WITA

OMK KAK dan OMK Paroki St. Ignatius Waibalun Gelar Sharing Bersama di Larantuka

Senin, 18 Mei 2026 - 12:47 WITA

Momen Perpisahan dengan Suster Pedro, Pastor Paroki Mena Pesan Tetap Rawat Panggilan

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:05 WITA

Anggota DPRD Provinsi; Agustinus Nahak Siap Dukung Pelaksanaan Perayaan Hati Kudus Yesus di Dekenat Mena

Rabu, 15 April 2026 - 02:07 WITA

Vikjen Keuskupan Atambua Membuka Diklat Sekretaris Paroki dan Menegaskan Peran Vital Pelayanan Gereja

Sabtu, 11 April 2026 - 15:10 WITA

Panen Jagung di SMAK Santa Filomena Mena, Siswa Belajar dari Lahan Sekolah

Berita Terbaru