Mena, 18 Mei 2026 — LopoNTT.com – Umat Paroki Santa Filomena Mena menggelar acara perpisahan dengan Suster Pedro, OSF, yang akan berpindah tugas ke wilayah Jawa. Acara perpisahan tersebut berlangsung di Biara OSF Mena, Senin, 18 Mei 2026, dan dihadiri oleh para suster, umat, serta Pastor Paroki Santa Filomena Mena.

Dalam sambutannya, Pastor Paroki Santa Filomena Mena, Rm. Yohanes Seran Nahak, Pr menyampaikan pesan agar Suster Pedro tetap setia merawat panggilan hidup membiara. Ia berharap, perjalanan tugas yang baru semakin meneguhkan Suster dalam panggilan dan menghantar Suster kepada cita-cita hidup religius, yakni mengikrarkan kaul kekal.
“Semoga apa yang dicita-citakan, yakni kaul kekal, dapat tercapai. Kita juga memiliki kerinduan, semoga suatu waktu Suster dapat kembali ke tempat ini,” demikian pesan Pastor Paroki dalam suasana perpisahan yang penuh haru dan syukur.

Pastor Paroki juga mengingatkan pentingnya mencintai ruang keheningan. Menurutnya, keheningan bukan sekadar ruang tanpa suara, melainkan kesempatan rohani untuk senantiasa berjumpa dengan Allah. Dalam keheningan itulah panggilan dirawat, diteguhkan, dan dimurnikan.

Sementara itu, dalam sambutannya, Suster Pedro, OSF menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas rahmat Allah yang menyertai perjalanan panggilannya. Suster asal Nias tersebut mengatakan bahwa menjadi seorang suster adalah kesempatan untuk saling mengunjungi, saling mengenal, dan mengalami persaudaraan dengan banyak orang.
Ia mengakui bahwa ketika pertama kali datang dan bertugas di Biara OSF Mena, dirinya sempat merasa ragu apakah mampu menjalani tugas pelayanan di tempat tersebut. Namun, dalam perjalanan waktu, ia menemukan keceriaan, sukacita, dan penerimaan yang membuatnya merasa dikuatkan.

Suster Pedro juga menyampaikan bahwa dirinya merupakan suster yunior keempat yang bertugas di komunitas OSF Mena. Ia mengaku sebenarnya masih ingin melayani di tempat tersebut, namun keputusan perpindahan tugas merupakan bagian dari kebijakan pimpinan yang harus diterima dalam semangat ketaatan religius.
“Terima kasih kepada para Romo, para Suster dalam hidup komunitas, dan seluruh umat yang ada di sini,” ungkapnya.
Selama kurang lebih satu setengah tahun bertugas di Mena, Suster Pedro merasakan kehidupan komunitas yang menumbuhkan rasa persaudaraan dan menguatkan panggilan hidupnya sebagai seorang suster.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak atas segala kekurangan selama menjalani tugas dan pelayanan di Paroki Santa Filomena Mena.
Suster Pedro dijadwalkan berangkat menuju Kupang pada Selasa, 19 Mei 2026, dan selanjutnya terbang ke Semarang pada Rabu, 20 Mei 2026, untuk menjalani tugas perutusan yang baru di wilayah Jawa.
oleh Yudel Neno









